Kamis, 17 Mei 2018
Negosiasi
Jumat, 28 April 2017
A-normali
Aku ingin berdiri di atas kakiku, namun selama ini aku memijak sebuah bayangan.
Aku ingin menjadi pohon yang tumbuh dan berbuah, namun ternyata mandul
Aku ingin..... berkata sesungguhnya aku benci mencari alasan atas ketidakberhasilanku.
Aku gagal, karena aku. Aku berhasil juga karenaku. Kuakui ada kekuatan yang jauh lebih besar menyelimutiku namun kuyakin Ia baik. Ia menjagaku.
Selama ini aku hidup dalam ketakutan bahwa masa depan tak sebaik yang kuingin. Masa ini menjenuh dan berjalan lambat, menyisakan aku yang terdiam dan bertanya. Aku bingung, siapa aku? Cukup kuatkah aku untuk menjadi baik? Selentingan sana sini mengoyak dan memincangkan, apalagi keluar dari mulut yang tersayang. Adakah yang bisa menjelaskan, dari sisi mana sayang itu mengoyak?
"Kamu mengecewakan,"
"Kamu bisa lebih baik dari ini"
Kamu ini kamu itu
Memangnya kalian orang terbaik di sini? Kritiklah aku sesukanya, aku tidak makan dari mulut kalian! Ingin aku berkata seperti itu. Namun tidak bisa, kalian berharga untukku. Cinta yang membuat aku lemah, akankah cinta sebaliknya? Kapan cinta menguatkan, ya, cinta Ibuku menguatkan. Aku tidak akan mencintai orang yang melemahkanku, kuingin menjadi abnormal yang membuat kalian menganga.
Diriku yang dulu, aku tahu kamu akan kembali. Seperti biasa, kutetap menunggumu sampai hitungan ke sepuluh; dan kuyakin kamu kembali, membantuku mengubah dunia.
Hilang
Lenyap
Ke mana tubuh ini akan membawaku
Menembus angin yang mulai membeku
Makanan terasa anyap
Tak peduli nafas yang mulai pengap
Di mana kamu, yang dulu?
Yang muncul dan mencegah jalan buntu
Aku butuh kamu, Hilda yang yang tegap
Yang berdiri kokoh saat aku terhenyak
Aku butuh kamu, diri ini mulai rapuh
Ke mana kamu pergi, setelah masa-masa sulit berlalu
Diriku merindu
Si pemilik hati pilu
Setengah diriku menunduk
Mencari diriku yang dulu
Selasa, 21 Juni 2016
Do You Ever Feel...
Drifting through the wind, wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards, one blow from caving in?
Kamu percaya kamu plastic bag, atau orang lain yang mengatakannya?
Sometimes people around you try to smack your dream, push you to your lowest level of life and leave you when you got nothing. So, what will you do? Give up? Or keep your chin up?
Kamis, 19 November 2015
Pekat
Kamis, 23 April 2015
Sekelumit cerita
Rasa sayang.
Buatku, menyayangi seseorang bukanlah hal yang mudah. Memang aku gampang terkagum akan pesona seseorang, aku mudah menyukai kebaikan seseorang. Namun untuk perasaan, adalah hal yang sulit untuk membuka diri.
Menyayangi adalah suatu kebahagiaan, namun aku sadar bahwa siap menyayangi berarti siap kehilangan. Siap merelakan.
Banyak sekali keraguan di hidupku, dan aku sadar aku terlampau tua untuk dinasihati terus menerus.
Aku menyayangi seseorang yang tidak akan mungkin menjadi bagian di hidupku. Seseorang yang tidak mungkin jadi nahkoda untuk bahtera hidupku. Aku menyayanginya, aku ingin membuatnya menjadi lebih baik. Aku ingin hidupku berguna untuknya. Namun sayang, keraguan mengalahkan semuanya. Aku berhenti mengejar karena kutahu, aku memperjuangkan sesuatu yang tidak memiliki masa depan. Aku memperjuangkan sesuatu yang malah akan membuatku jatuh pada kebimbangan yang lebih dalam.
Dan aku tahu, bahwa merelakan lebih sulit dibanding mengejar. Sekali lagi; Merelakan itu sulit. Namun aku berusaha mencari mana dari kejadian ini, mencari apa yang ingin Tuhan sampaikan padaku. Karena aku tahu, Tuhan punya sesuatu yang indah dibalik ini. Tuhan ingin aku belajar sesuatu dari peristiwa ini. Tuhan mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Dan aku harus mencari alasannya....