Minggu, 21 April 2019

Penyelamat dalam Sunyi

Pergolakan yang  muncul di pikiranku membawa perenungan panjang. Butuh waktu untuk bisa memahami maksud dari cuplikan cerita yang terjadi. Terkadang aku sudah tahu jawabannya, setiap solusi dari persoalan yang muncul ke permukaan, namun alangkah sulit untuk menetapkan hati dan mendengarkan bisikan hati.
Aku perlu duduk diam, mengimani setiap intuisi yang perlahan muncul, menenangkan setiap desir hati yang bergejolak.
Ketenangan adalah sahabatku, menjauhkanku dari bising yang mengoyak iman. Keyakinan akan suatu perkara memang tak mudah kudapatkan, namun setelah yakin itu kudapat, tak ada yang bisa goyahkanku. Tuhan, izinkanlah aku untuk sekokoh batu karang.. setegap pemecah ombak... dan setegar pegunungan.
Biarlah makna perenunganku menjadi rahasiaku, biarlah kebijakan  menaungiku dalam diam. Biarlah kesulitan menguatkanku dan biarlah sunyi menjadi sahabatku. Biarlah aku menemukan suaraMu yang menggema diantara bisingnya dunia. Biarlah aku terus mengimaniMu, sang Tenang dalam badai. Sang Terang dalam gelap. Sang Alfa dan Omega, awal dan akhir. Sang Empunya kehidupan, Sang Pembawa Damai dalam kesunyian. Tuhanku, Penyelamatku.